87.9 Mhz - Radio Pragaan Station

Satu Hati, Satu Frekuensi

Halal Bihalal Terbatas Usai Liburan Idul Fitri, Camat Pragaan Singgung Gaya Hidup Baru

Selasa, 26 Mei 2020 - 02:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi, Halal Bihalal Terbatas di Rumah Dinas Kecamatan Pragaan

Pragaan – Hari pertama masuk kerja usai liburan Idul Fitri 1441 H selama 2 hari sejak tanggal 24 s/d. 25 Mei 2020, Selasa (26/05/2020) Camat Pragaan secara terbatas gelar halal bihalal di rumah dinas Kecamatan Pragaan bersama seluruh pegawai dan staf.

Halal bihalal ditengah pandemik ini selain digelar terbatas juga tetap gunakan anjuran kesehatan dengan pakai masker dan jaga jarak fisik. Bahkan tradisi salaman saja Camat Pragaan anjurkan sementara salam jarak jauh, salam fitri dihati, sikap tangan di dada.

Menurut Darus Salam, S.Sos, Kp. M.Si. selaku Camat Pragaan gaya hidup baru tersebut yang akan dijalani warga kedepannya. Pandemi virus Corona atau covid-19 telah merubah tatanan masyarakat dunia. Hampir semua negara mengimbau warganya untuk tidak beraktivitas di luar rumah jika tak ada kepentingan yang mendesak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara sisi lain, virus masih tersebar luas di tengah masyarakat, terlebih di Jawa Timur angka terinfeksi makin meningkat, dan vaksin belum juga ditemukan.

“Pada situasi macam inilah, pola hidup normal baru atau new normal live akan menjadi pilihan yang kedepannya akan dijalani warga kita”, tuturnya penuh wibawa.

Beliau dan peserta yang hadir banyak bercerita aneka ragam warga menjalani Idul Fitri dengan gaya hidup baru.

“Ada yang sejak awal tidak jamaah di masjid karena sadar dirinya punya penyakit asma. Ada yang pasang tulisan depan rumah tidak terima tamu. Ada yang di depan rumahnya disediakan alat cuci tangan, pakai masker kemanapun pergi. Itu semua gaya hidup baru”, ujar Pak Camat ditimpali yang lain saling menguatkan.

Selain itu camat yang dikenal supel dan disiplin ini mengingatkan derasnya arus reformasi birokrasi, dimana aparatur negara dituntut untuk meningkatkan kinerja dalam rangka peningkatan pelayanan publik.

Beliau juga meminta agar Aparatur Sipil Negara (ASN) makin meningkatkan kemampuannya di bidang ilmu teknologi.

“Teknologi di masa pandemik teramat dibutuhkan. Hidup terus bergerak dan berubah. Karena itu kita harus siap dengan kondisi apapun”, ungkapnya terus mengingatkan agar ASN terus beradaptasi dengan teknologi perubahan. (Zbr/Badrul/KIM-KMAP).

Berita Terkait

Terus Semangat, Pemdes Pakamban Laok Aktif Kebersihan Jumat Pagi
Silaturahim Perdana, PC IPPNU Sumenep Perkenalkan Tagline “Empowering Era: IPPNU BISA”
Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan
Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Penipuan Umrah dengan Kerugian Rp319 Juta
Hujan Masih Sering Guyur Madura di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya
Tabrak Lari di Jalur Pamekasan-Sumenep, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP
Sensasi Mancing di Hutan Mangrove Hadir di Kedatim Fishing Festival 2026
Nelayan Asal Sampang Ditemukan Setelah Hilang Selama Dua Hari

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:37 WIB

Terus Semangat, Pemdes Pakamban Laok Aktif Kebersihan Jumat Pagi

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:20 WIB

Silaturahim Perdana, PC IPPNU Sumenep Perkenalkan Tagline “Empowering Era: IPPNU BISA”

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:31 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:16 WIB

Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Penipuan Umrah dengan Kerugian Rp319 Juta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:59 WIB

Hujan Masih Sering Guyur Madura di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:22 WIB

Sensasi Mancing di Hutan Mangrove Hadir di Kedatim Fishing Festival 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:37 WIB

Nelayan Asal Sampang Ditemukan Setelah Hilang Selama Dua Hari

Senin, 18 Mei 2026 - 10:07 WIB

Gudang Kayu dan Toko Bangunan di Pasean Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 2 Miliar

Berita Terbaru