87.9 Mhz - Radio Pragaan Station

Satu Hati, Satu Frekuensi

Rapat Konsolidasi PKK Kec dan Desa Pragaan Beri Edukasi Teknik Tanaman Hidroponik

Minggu, 23 November 2025 - 10:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KIMPRAGAAN.COM, PRAGAAN – Menghadirkan Koordinator Penyuluh Pertanian Kantor Kecamatan Pragaan Nur Hasan Syaifullah, Tim Penggerak PKK Kecamatan Pragaan dan Desa memberikan pendidikan cara menanam tanaman hidroponik.

Nur Hasan menjelaskan bahwa saat ini dunia pertanian sudah semakin modern, tanaman tak hanya ditanam ditanah tetapi juga sudah menggunakan media hidroponik.

“Saat ini kita sudah masuk pada revolusi bertani tanpa tanah,” ungkapnya, Ahad (23/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi ibu ibu yang gemar bertani, sebutnya, kalau tak punya pekarangan yang signifikan untuk bertani, solusinya bisa menggunakan media hidroponik untuk tanaman sayur, maupun buah.

Hidroponik katanya adalah media tanaman alternatif yang mampu tumbuh dengan bagus tanpa menggunakan media tanah.

Media hidroponik yang umum digunakan antara lain rockwool, cocopeat, arang sekam, hidroton (kerikil tanah liat), dan pecahan batu bata atau genting. Selain itu, media seperti pasir, zeolit, dan sekam bakar juga dapat digunakan, baik secara tunggal maupun dikombinasikan dengan media lain untuk mengoptimalkan drainase dan aerasi.

Keunggulan hidroponik, katanya bisa menggunakan hemat air, pertumbuhan cepat dan kualitas tinggi, bebas hama, lokasi fleksibel.

“Kelebihan hidroponik antara lain penggunaan air yang lebih efisien, hasil panen lebih cepat dan melimpah, tidak memerlukan lahan luas, serta tanaman bebas dari hama dan gulma sehingga lebih sehat dan bebas pestisida,” jelasnya.

Metode ini, katanya juga memungkinkan kontrol nutrisi yang optimal dan bisa dilakukan sepanjang tahun di berbagai lokasi, termasuk perkotaan.

Sistem hidroponik yang umum digunakan meliputi Nutrient Film Technique (NFT), Deep Water Culture (DWC), Drip System (Irigasi Tetes), Ebb and Flow (Sistem Pasang Surut), Aeroponik, dan Wick System (Sistem Sumbu).

“Setiap sistem memiliki cara kerja yang berbeda dalam mengalirkan larutan nutrisi ke akar tanaman,” jelasnya.

Menurut santri alumni Annuqayah ini menjelaskan bahwa hidroponik saat ini berkontribusi pada ketahanan pangan dengan memungkinkan produksi pangan segar di lahan terbatas, hemat air, dan bebas pestisida.

“Sistem ini juga memungkinkan panen yang lebih cepat dan konsisten sepanjang tahun, meningkatkan kemandirian pangan, dan menciptakan peluang ekonomi tambahan.” Ungkapnya. (sny-zbr)

Berita Terkait

Silaturahim Perdana, PC IPPNU Sumenep Perkenalkan Tagline “Empowering Era: IPPNU BISA”
Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan
Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Penipuan Umrah dengan Kerugian Rp319 Juta
Hujan Masih Sering Guyur Madura di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya
Tabrak Lari di Jalur Pamekasan-Sumenep, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP
Sensasi Mancing di Hutan Mangrove Hadir di Kedatim Fishing Festival 2026
Nelayan Asal Sampang Ditemukan Setelah Hilang Selama Dua Hari
Gudang Kayu dan Toko Bangunan di Pasean Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 2 Miliar

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:20 WIB

Silaturahim Perdana, PC IPPNU Sumenep Perkenalkan Tagline “Empowering Era: IPPNU BISA”

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:31 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:16 WIB

Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Penipuan Umrah dengan Kerugian Rp319 Juta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:59 WIB

Hujan Masih Sering Guyur Madura di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:16 WIB

Tabrak Lari di Jalur Pamekasan-Sumenep, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:37 WIB

Nelayan Asal Sampang Ditemukan Setelah Hilang Selama Dua Hari

Senin, 18 Mei 2026 - 10:07 WIB

Gudang Kayu dan Toko Bangunan di Pasean Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 2 Miliar

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:17 WIB

Cegah Sengketa Aset, PCNU Sumenep Bentuk Satgas Wakaf di Tiap MWC

Berita Terbaru