87.9 Mhz - Pragaan Station

Satu Hati, Satu Frekuensi

Di Acara Halal Bihalal Kec Pragaan, Dr. Rofiq Syujak Kaji Sejarah dan Tujuan Halal Bihalal

- Publisher

Sabtu, 12 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KIMPRAGAAN.COM, PRAGAAN – Di acara Halal Bihalal kecamatan Pragaan, Doktor Kiyai Rofiq Syujak membedah urgensi halal bihalal secara historis.

Menurutnya, halal bihalal merupakan tradisi yang muncul karena kreatifitas bangsa Indonesia. Di arab tak ada halal bihalal. Ini ciri khas yang berkembhalal bihalal, pragaanang di nusantara.

“Kalau ibu-ibu, halal bihalal identik dengan tradisi makan-makan,” kelakarnya disambut tawa peserta.

Di Indonesia halal bihalal diisi dengan silaturrahim, kumpul dengan saudara. Artinya melepas sesuatu yang menjadi sekat-sekat, melepas rasa dendam, disharmoni dengan cara maaf memaafkan.

Secara historis, Halal bihalal ada pada tahun 1948. Dimana situasi politik di pemerintahan saat itu tidak stabil, sehingga memerlukan duduk bareng dan silaturrahim. Istilah silaturrahim dipandang kurang tepat sehingga lahirlah istilah lain bernama halal bihalal atas usulan KH. Wahab Hasbullah.

“Benci, hasut, iri hati, bermusuhan iru haram, maka perlu dihalalkan dengan Halal Bihalal agar masing-masing saling berdamai, mengampuni satu sama lain,” ujarnya mengutip yang disampaikan KH Wahab Hasbullah, Sabtu (12/04/2025).

Tujuan halal bihalal, katanya meningkatkan harmonisasi dalam membangun hubungan masyarakat, bangsa dan negara. Dosa kepada Allah diampuni dengan puasa ramadhan, tetapi dosa-dosa kepada manusia hanya bisa dihalalkan dengan halal bihalal.

Disharmoni diantara kita katanya dirusak dengan tiga hal. Pertama kekuasaan. Dalam Alquran dijelaskan sesungguhnya para penguasa apabila memasuki sebuah negeri sebuah desa, mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina. Banyak orang kalau sudah jadi penguasa lupa dengan amanat yang diembannya, lupa pada kawan dan tetangga.

Kedua, sombong. Sombong itu bukan karena punya mobil dan rumah mewah, sombong itu adalah tindakan yang tidak mau terhadap kebenaran.

‘Ketika ada orang lain memberi peringatan dia tidak mau. Ketika ada orang mengkritik kita, kita tak terima. Kebal kritik, maka Itulah pribadi yang sombong,” tambahnya.

Dosen Universitas Annuqayah ini menjelaskan bahwa salah satu upaya mendekatkan persaudaraan dengan silaturrahim kepada orang yang pernah menyakiti kita, berma’afan. Dalam kontestasi politik itu biasa ada yang mendukung ada yang tidak. Maka jangan membenci yang tidak mendukung kita, sampaikan kelebihan kita, jangan lakukan diskriminasi sebab perbedaan pilihan politik.

“Salah satu benang kusut yang perlu kita urai sebab perbedaan politik itu adalah dengan halal bihalal,” tambahnya.

Merekatkan persaudaraan lainnya dengan memperbanyak sedekah. Kalau ada yang dimusuhi kita, maka sedekah itu akan menyambung kembali benang yang kusut. Ketiga, saling memaafkan. Nelson Mandela seorang revolusioner dan politisi Afrika Selatan yang menjabat sebagai Presiden Afrika Selatan memaafkan orang yang pernah menyakitinya. Nelson Mandela dipenjara selama 27 tahun oleh lawan politiknya, ia mengalami berbagai siksaan dari seorang sipir penjara. Siksaan itu seperti digantung dengan kepala terbalik, dikencingi, dan sebagainya. Hingga akhirnya ia keluar dari penjara dan menjadi Presiden Afrika Selatan.

Namun demikian, Mandela tidak pernah dendam, bahkan memaafkan sipir yang menganiayanya. Mandela merangkul dan berkata kepada sipir itu “Hal pertama yang ingin kulakukan ketika menjadi presiden adalah memaafkan mu.”. (Zbr)

33 views

Berita Terkait

Tak Datang ke Acara Santunan, Yatim Tetap Terima Santunan Diantar Kerumahnya
Radio Pragaan Station Akhiri Kegiatan Tadarus Ramadhan Dengan Doa Khatmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama
Bersama Naghfir Institute, Radio Pragaan Station Beri Hadiah Pemenang Kuis Ramadhan
Hari Ini, NU Pakamban Laok Bahagiakan Yatim Belanja Gratis dan Dongeng di Kantor NU Pragaan
Bersama Yatim Pakamban Laok, Kiyai Asy’ari Khatib Bahas Keutamaan Menyantuni Yatim
Membanggakan, Pesantren Nurul Huda Pakamban Laok Tunjukkan Kebolehan Santri Menguasai Kitab Kuning
Baca Yasin dan Ayat Kursi 40 kali, Pemdes Pakamban Laok Rutin Doakan Warga Selamat Barokah
Bantuan Terus Mengalir, Kepala BPBD didampingi Camat Pragaan Serahkan Bantuan Ke Korban Bencana Karduluk

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 19:08 WIB

Tak Datang ke Acara Santunan, Yatim Tetap Terima Santunan Diantar Kerumahnya

Selasa, 17 Maret 2026 - 23:06 WIB

Radio Pragaan Station Akhiri Kegiatan Tadarus Ramadhan Dengan Doa Khatmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama

Selasa, 17 Maret 2026 - 23:02 WIB

Bersama Naghfir Institute, Radio Pragaan Station Beri Hadiah Pemenang Kuis Ramadhan

Jumat, 13 Maret 2026 - 18:53 WIB

Hari Ini, NU Pakamban Laok Bahagiakan Yatim Belanja Gratis dan Dongeng di Kantor NU Pragaan

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:55 WIB

Bersama Yatim Pakamban Laok, Kiyai Asy’ari Khatib Bahas Keutamaan Menyantuni Yatim

Kamis, 12 Februari 2026 - 11:03 WIB

Membanggakan, Pesantren Nurul Huda Pakamban Laok Tunjukkan Kebolehan Santri Menguasai Kitab Kuning

Sabtu, 7 Februari 2026 - 19:48 WIB

Baca Yasin dan Ayat Kursi 40 kali, Pemdes Pakamban Laok Rutin Doakan Warga Selamat Barokah

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:50 WIB

Bantuan Terus Mengalir, Kepala BPBD didampingi Camat Pragaan Serahkan Bantuan Ke Korban Bencana Karduluk

Berita Terbaru