KIMPRAGAAN.COM, PRAGAAN – Dengan bangga, Pondok pesantren Nurul Huda Pakamban Laok pagi ini menunjukkan kemampuan para santri dalam memahami ilmu alat, ilmu memahami kitab kuning dengan metode Al Miftah. Hal itu dilakukan pada kegiatan Haflah Akhir Sanah Madrasah Diniyah Takmiliyah Nurul Huda Pondok Pesantren Nurul Huda Tahun Ajaran 1446/1447 H hari Kamis (12/02/2026).
Kiyai Sayyidina Hasan salah satu putera Kiyai Imran Syahruddin memanggil banyak santri keatas panggung guna didemo didepan para wali santri dan undangan, kemampuan membaca kitab kuning, ada santri dari Kabupaten Sampang maupun dari Sumenep. Semua santri bisa menjawab semua pertanyaan dengan mudah, semua undangan takjub dan heran dengan kemampuan para santri.
“Alhamdulillah dalam waktu satu tahun para santri diberi kemudahan memahami kedudukan huruf dan kalimat dalam membaca kitab kuning,” jelas Kiyai Sayyidina Hasan setelah menyoal santri membaca kitab kuning fashal shiyam (puasa).
Pengetahuan ilmu alat merujuk pada tata bahasa arab seperti Nahwu (sintaksis), Sharaf (morfologi), dan Balaghah (sastra/retorika). Ilmu alat perannya sangat vital dalam studi Islam. Ilmu ini disebut “alat” karena berfungsi sebagai perantara utama untuk memahami Al-Qur’an, Hadits, dan kitab-kitab kuning (literatur klasik) secara akurat.
Ilmu alat memungkinkan seseorang memahami makna ayat dan hadis secara mendalam dan akurat, tidak sekadar mengandalkan terjemahan.
Selain itu ilmu alat dapat menghindarkan dari kesalahan (lahn) studi ilmu alat, terutama nahwu, menjaga lisan dan tulisan dari kesalahan berbahasa (lahn), baik dalam pelafalan maupun pemahaman. Ilmu alat juga menjadi akses ke literatur ulama klasik (kitab kuning).
“Dengan menguasai ilmu alat, seseorang dapat mempelajari kitab-kitab para ulama terdahulu secara mandiri dan langsung dari sumber aslinya, tanpa bergantung pada terjemahan,” jelasnya.
Kiyai Sayyidil Hasan juga meminta pada para santri sekalipun memiliki ilmu alat dan bisa baca kitab kuning tetapi juga bagus akhlaqnya.
“Saya harap para santri pinter ilmunya juga pandai akhlaqnya.” Jelasnya. (sny-zbr)








