87.9 Mhz - Radio Pragaan Station

Satu Hati, Satu Frekuensi

Beredar Pesan Suara Berantai, Tujuh Orang Aeng Panas Meninggal Akibat Lokcellok; Begini Penjelasan Kades Aeng Panas

Senin, 5 Juli 2021 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Desa Aeng Panas (Dok.KIM-KMAP)

KIMKARYAMAKMUR.COM, Aeng Panas – Beredar pesan suara berantai yang mengatakan bahwa ada tujuh warga desa Aeng Panas meninggal karena penyakit Lokcellokan. Lokcellokan merupakan bahasa Madura yang berarti “Suara Orang Memanggil”. Pesan itu mulai menyebar sejak hari ini (05/07/2021) melalui aplikasi WhatsApp.

Bunyi pesan suara yang sudah meluas itu  juga menghimbau supaya tidak menggubris panggilan orang diatas jam 12 malam karena ketika di jawab, akan menyebabkan meninggal dunia.

Ditelusuri oleh Pegiat Kim Karya Makmur dan Crew Radio Permata FM, ternyata pesan menakutkan yang sudah menyebar tersebut hanyalah Hoaks belaka, alias kabar bohong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini setelah dilakukan klarifikasi kepada Pemerintah Desa setempat, Kades Aeng Panas menegaskan bahwa pesan suara berantai tersebut tidak benar.

“Bisa saya pastikan kabar tersebut adalah kabar bohong, tidak ada yang namanya penyakit Lokcellokan di Desa Aeng Panas. Itu hanya kerjaan orang iseng saja”, tegas Mohammad Romli, Kepala Desa Aeng Panas. 

Pesan suara tersebut semakin Hoaks setelah melihat data lapangan, tercatat selama 1 Juni 2021 sampai sekarang, orang meninggal dunia di Desa Aeng Panas hanya berjumlah 3 orang, itupun bukan karena penyakit Lokcellokan melainkan karena faktor usia.

“Data orang meninggal dunia di desa ini berjumlah tiga orang, itu karena faktor usia, bukan karena penyakit Lokcellokan, apalagi Covid. Kita di pemerintahan desa akan selalu melakukan yang terbaik untuk gerakan Aeng Panas Tangguh”, tambahnya saat ditemui di kantor Balai Desa. Senin (05/07).

Kades Aeng Panas tersebut berharap agar masyarakat jangan gampang menerima kabar yang belum jelas sumbernya agar tidak membuat resah masyarakat yang lain.

“Masyarakat Aeng panas jangan gampang percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya apalagi pesan suara tersebut hanya untuk menakut-nakuti, mari jika ada informasi semacam ini tanyakan pada pemdes, pegiat KIM dan Radio Permata agar tidak berprasangka yang bukan-bukan”, harapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Habibullah yang merupakan anggota Dewan Permusyawaratan Desa (BPD) Aeng Panas, mengajak agar masyarakat tidak terkecoh pada pesan suara berantai tersebut.

“Masyarakat jangan sampai terkecoh pada pesan tersebut, karena bisa saja keatas jam 12 malam ada orang-orang yang mempunyai i’tikad buruk pada desa kita tercinta ini. Tetap jaga kekompakan, jaga keamanan, dan jaga keluarga kita,” pungkasnya. (Hb/Bdr).

Berita Terkait

Terus Semangat, Pemdes Pakamban Laok Aktif Kebersihan Jumat Pagi
Silaturahim Perdana, PC IPPNU Sumenep Perkenalkan Tagline “Empowering Era: IPPNU BISA”
Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan
Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Penipuan Umrah dengan Kerugian Rp319 Juta
Hujan Masih Sering Guyur Madura di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya
Tabrak Lari di Jalur Pamekasan-Sumenep, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP
Sensasi Mancing di Hutan Mangrove Hadir di Kedatim Fishing Festival 2026
Nelayan Asal Sampang Ditemukan Setelah Hilang Selama Dua Hari

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:37 WIB

Terus Semangat, Pemdes Pakamban Laok Aktif Kebersihan Jumat Pagi

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:20 WIB

Silaturahim Perdana, PC IPPNU Sumenep Perkenalkan Tagline “Empowering Era: IPPNU BISA”

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:31 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:16 WIB

Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Penipuan Umrah dengan Kerugian Rp319 Juta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:59 WIB

Hujan Masih Sering Guyur Madura di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:22 WIB

Sensasi Mancing di Hutan Mangrove Hadir di Kedatim Fishing Festival 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:37 WIB

Nelayan Asal Sampang Ditemukan Setelah Hilang Selama Dua Hari

Senin, 18 Mei 2026 - 10:07 WIB

Gudang Kayu dan Toko Bangunan di Pasean Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 2 Miliar

Berita Terbaru