
KIMPRAGAAN.COM, SUMENEP – Kabupaten Sumenep kembali bersiap menggelar event wisata berskala besar melalui Kedatim Fishing Festival 2026 (Madura Open) yang resmi masuk dalam rangkaian agenda Sumenep Calendar of Event 2026. Festival tersebut dijadwalkan berlangsung di kawasan wisata mangrove Kedatim, Kecamatan Saronggi, pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Event perdana yang mengusung konsep sport tourism berbasis lingkungan itu diproyeksikan menjadi salah satu festival wisata rekreasi terbesar di kawasan pesisir Madura. Selain lomba memancing, kegiatan juga akan diramaikan hiburan rakyat, bazar UMKM, edukasi lingkungan hingga promosi wisata mangrove.
Sekretaris kegiatan, Moh. Abdan Syakuro mengatakan festival tersebut sengaja dirancang sebagai ajang promosi wisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat pesisir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Event ini kami rancang bukan hanya untuk lomba memancing, tetapi sebagai festival wisata yang mampu memperkenalkan potensi mangrove Kedatim secara lebih luas. Kami ingin menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda, menarik, dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, konsep “Madura Open” dipilih agar kegiatan terbuka bagi seluruh komunitas pemancing, baik dari Madura maupun luar daerah.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat, komunitas mancing, pemerintah daerah, pelaku usaha hingga pegiat lingkungan,” tambahnya.
Festival yang dipusatkan di kawasan Wisata Mangrove Kedatim itu menawarkan pengalaman memancing di tengah kawasan hutan mangrove dan pesisir yang masih alami. Jalur tracking kayu di tengah hutan mangrove disebut menjadi salah satu daya tarik utama lokasi wisata tersebut.
Panitia menghadirkan dua kategori perlombaan, yakni kategori tracking atau pinggiran mangrove dengan biaya pendaftaran Rp50 ribu dan kategori memancing menggunakan perahu dengan biaya Rp100 ribu.
Kategori perahu disebut akan memberikan sensasi sport fishing yang lebih menantang karena peserta bisa menjangkau area tangkapan yang lebih luas.
Selain menekankan unsur kompetisi, panitia juga menerapkan aturan lomba ramah lingkungan. Peserta dilarang menggunakan alat tangkap merusak dan diwajibkan menjaga kebersihan kawasan mangrove selama kegiatan berlangsung.
“Festival ini juga membawa misi kampanye pelestarian lingkungan pesisir. Karena itu seluruh peserta wajib menjaga kebersihan dan ekosistem mangrove,” kata Abdan.
Menariknya, panitia juga menerapkan sistem penilaian transparan dengan mewajibkan peserta menyertakan video saat strike atau memperoleh ikan sebagai bukti hasil tangkapan.
Tak hanya lomba memancing, pengunjung juga akan disuguhi hiburan musik electone, penampilan artis lokal, festival kuliner pesisir, stand UMKM hingga edukasi lingkungan mangrove.
Panitia berharap kegiatan tersebut mampu memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, khususnya pelaku UMKM, pedagang kecil dan penyedia jasa wisata di wilayah Saronggi.
Pendaftaran peserta dibuka hingga 27 Mei 2026 melalui formulir online maupun stand resmi panitia di kawasan wisata mangrove Kedatim.
“Kami berharap Kedatim Fishing Festival bisa menjadi ikon baru sport tourism di Sumenep sekaligus agenda tahunan yang mampu meningkatkan kunjungan wisata dan ekonomi masyarakat pesisir,” pungkasnya. (Yd/Red)








