87.9 Mhz - Radio Pragaan Station

Satu Hati, Satu Frekuensi

Turba di Desa Larangan Perreng, Staf Kesra Kecamatan Pragaan Perdalam Tata Kerja Perangkat Desa

Kamis, 27 Mei 2021 - 04:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Staf kesra kecamatan Pragaan turba ke desa Larangan Perreng (Dok.KIM-KMAP)

KIMKARYAMAKMUR.COM, Larangan Perreng – Setelah hari sebelumnya melakukan pembinaan di desa Kaduara Timur, kali ini Kecamatan Pragaan turun lagi melakukan pembinaan Sistem Tata Kerja Pemerintah Desa di Desa Larangan Pereng Kecamatan Pragaan, Kamis (27/05/2021).

Didepan aparatur desa Larangan Pereng yang yang hadir, staf Kesra (Kesejahteraan Masyarakat) Kantor Kecamatan Pragaan, Ach. Subairi Karim menjelaskan tentang Tugas Pokok dan Fungsi Perangkat Desa.

Menurutnya, Struktur Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa telah diatur oleh Peraturan Bupati Sumenep nomor 33 Tahun 2017, dan juga diatur dalam Permendagri Nomor 84 Tahun 2015 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam Perbub dan Permen, jelas Tupoksi Perangkat Desa, tinggal dipertajam dalam pemahaman dan bentuk kerja operasional yang lebih kongkrit”, terangnya dalam pembinaan.

Ia menjelaskan bahwa tugas amanah rakyat diberikan secara politik dalam pilihan langsung kepada Kepala Desa, maka semua tugas bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan dibebankan dipundaknya. Namun Kades tak bekerja sendiri. Semua Perangkat Desa adalah pembantunya.

“Amanah dasar diberikan rakyat kepada Kades, tapi beban amanah itu dibagi habis kepada pembantunya yaitu Perangkat Desa”, sambungnya memperjelas tugas Kades dan Perangkat Desa.

Intinya, tambahnya, struktur tata kerja perangkat desa dibagi tiga, Sekretariat Desa, Pelaksana Kewilayahan dan Pelaksana Teknis.

“Tugas Sekdes dibantu kaur-kaur kesekretariatan. Adapun tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan diberikan pada pelaksana teknis. Sedangkan tugas wilayah dusun dibebankan kepada Kadus”, tuturnya lagi.

Ia juga menambahkan bahwa tata kerja ini dalam praktek agar menggunakan cara kerja sistemik bukan gaya personal yang terpisah dan melelahkan.

“Dalam kerja organisasi dibutuhkan kerjasama dan sama kerja. Mari fokus pada kerja sistemik. Jangan lelah bekerja sendiri, capek. Kuatkan struktur, bangun kerja tim. Niati ikhlas membangun desa. Membangun desa membangun Indonesia”. Pungkasnya seraya menutup pembinaan dengan hamdalah. (Zbr/@wi).

Berita Terkait

Terus Semangat, Pemdes Pakamban Laok Aktif Kebersihan Jumat Pagi
Silaturahim Perdana, PC IPPNU Sumenep Perkenalkan Tagline “Empowering Era: IPPNU BISA”
Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan
Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Penipuan Umrah dengan Kerugian Rp319 Juta
Hujan Masih Sering Guyur Madura di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya
Tabrak Lari di Jalur Pamekasan-Sumenep, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP
Sensasi Mancing di Hutan Mangrove Hadir di Kedatim Fishing Festival 2026
Nelayan Asal Sampang Ditemukan Setelah Hilang Selama Dua Hari

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:37 WIB

Terus Semangat, Pemdes Pakamban Laok Aktif Kebersihan Jumat Pagi

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:20 WIB

Silaturahim Perdana, PC IPPNU Sumenep Perkenalkan Tagline “Empowering Era: IPPNU BISA”

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:31 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:16 WIB

Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Penipuan Umrah dengan Kerugian Rp319 Juta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:59 WIB

Hujan Masih Sering Guyur Madura di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:22 WIB

Sensasi Mancing di Hutan Mangrove Hadir di Kedatim Fishing Festival 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:37 WIB

Nelayan Asal Sampang Ditemukan Setelah Hilang Selama Dua Hari

Senin, 18 Mei 2026 - 10:07 WIB

Gudang Kayu dan Toko Bangunan di Pasean Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 2 Miliar

Berita Terbaru