87.9 Mhz - Radio Pragaan Station

Satu Hati, Satu Frekuensi

Sempat Alot, Pasien PDP Desa Jaddung Dikebumikan dengan Protokol Covid-19

Jumat, 8 Mei 2020 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaddung – Jumat pagi (08/05/2020), inisial USH Pasien meninggal dunia berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Desa Jaddung Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep akhirnya dikebumikan dengan protokol Covid-19 dirumahnya Desa Jaddung.

Prosesi pemakaman dilakukan dengan Protokol Covid-19 ini sebelumnya sempat ditolak warga dan sanak famili karena dianggap tidak lazim di lingkungan warga desa.

Kohesivitas warga yang terbiasa bergotong royong pada sanak famili yang meninggal dunia telah menjadi tradisi keramahan warga desa. Namun Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Pragaan, Kepala Puskesmas Pragaan dan petugas dari Dinas Kesehatan memberikan pemahaman bahwa cara Pemakaman dengan Protokol Covid-19 adalah cara paling aman bagi almarhumah agar terhindar dari kemungkinan penyebaran infeksi virus di tengah wabah kepada warga lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya almarhumah diketahui memiliki riwayat sakit radang tenggorokan yang sudah menahun. Terakhir diperiksa kerumah sakit Pamekasan dan meninggal tadi malam.

Kepada almarhumah juga sudah dilakukan swab tes untuk menentukan positif tidaknya corona, namun hingga akhir hayatnya, hasil tes belum juga keluar. Sehingga opsi pemakaman dengan Protokol Covid-19 dipandang petugas sebagai cara yang paling aman untuk semua orang, terlebih bagi famili dan orang-orang yang terdekat.

“Ini hanya jaga jaga. Almarhumah belum tentu positif corona. Tes swapnya belum keluar”, Ujar Camat Pragaan Darus Salam.

Beliau juga mengatakan bahwa petugas sudah mendata kerabat dekat, famili serta orang orang yang membantu pemakaman.

“Sehingga bila sudah ada hasil tesnya, kami bisa mengambil langkah langkah pencegahan yang lebih terarah dan terukur serta tak melebar”, tambahnya.

“Kami memahami keinginan keluarga agar dikebumikan dengan cara biasa. Namun ditengah pandemi, kami harus mengambil langkah aman. Alhamdulillah keluarga bisa mengerti dan memahami”, tutur beliau saat berusaha meyakinkan keluarga yang sebelumnya sempat alot ingin membuka peti jenazah, dan ingin memandikan almarhumah dengan cara normal.

Pasien meninggal dunia dengan pemakaman menggunakan protokol dari kesehatan ini adalah yang pertama di Kecamatan Pragaan ditengah kecamuk pandemi Corona 2020.

“Semoga tes swabnya negatif, sehingga Pragaan terhindar dari ketar ketir melebarnya ancaman Corona ketengah pelosok desa”. Pungkasnya seraya berdoa. (Zbr/Badrul/KIM-KMAP).

Berita Terkait

Terus Semangat, Pemdes Pakamban Laok Aktif Kebersihan Jumat Pagi
Silaturahim Perdana, PC IPPNU Sumenep Perkenalkan Tagline “Empowering Era: IPPNU BISA”
Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan
Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Penipuan Umrah dengan Kerugian Rp319 Juta
Hujan Masih Sering Guyur Madura di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya
Tabrak Lari di Jalur Pamekasan-Sumenep, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP
Sensasi Mancing di Hutan Mangrove Hadir di Kedatim Fishing Festival 2026
Nelayan Asal Sampang Ditemukan Setelah Hilang Selama Dua Hari

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:37 WIB

Terus Semangat, Pemdes Pakamban Laok Aktif Kebersihan Jumat Pagi

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:20 WIB

Silaturahim Perdana, PC IPPNU Sumenep Perkenalkan Tagline “Empowering Era: IPPNU BISA”

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:31 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:16 WIB

Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Penipuan Umrah dengan Kerugian Rp319 Juta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:59 WIB

Hujan Masih Sering Guyur Madura di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:22 WIB

Sensasi Mancing di Hutan Mangrove Hadir di Kedatim Fishing Festival 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:37 WIB

Nelayan Asal Sampang Ditemukan Setelah Hilang Selama Dua Hari

Senin, 18 Mei 2026 - 10:07 WIB

Gudang Kayu dan Toko Bangunan di Pasean Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 2 Miliar

Berita Terbaru