87.9 Mhz - Radio Pragaan Station

Satu Hati, Satu Frekuensi

Unija Ajak Mahasiswa Fisip Kunjungi Candi Prambanan

Rabu, 22 Mei 2024 - 16:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KIMPRAGAAN.COM, SUMENEP – Universitas Wiraraja sekitar jam 14.00 Wib Rabu (22/09/2024) saat berada di Yogyakarta mengajak mahasiswa study Fisip Unija mengunjungi Candi Prambanan.

Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar dan termegah yang pernah dibangun di Jawa kuno. Konon pembangunan candi Hindu kerajaan ini dimulai oleh Rakai Pikatan sebagai tandingan candi Budha Borobudur dan juga candi Sewu yang terletak tak jauh dari Prambanan.

“Konon pembangunan candi Prambanan untuk menandai kembali berkuasanya keluarga Sanjaya atas Jawa,” ujar dosen pembimbing Imam Hidayat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Imam menambahkan bahwa dulu dua wangsa saling bersaing, wangsa Sanjaya penganut Hindu dan wangsa Sailendra penganut Buddha. Prambanan disebutnya merupakan babon Teologi Hindu Nusantara dengan pemikiran yang berpengaruh dari abad ke-8.

Begitu rombongan masuk ke area candi, semua nampak terpukau. Setiap candi di Candi Prambanan ini dihiasi dengan relief yang sangat indah dan menakjubkan.

“Relief di Candi Prambanan ini menceritakan cerita-cerita dari kitab Ramayana dan Mahabharata, serta kisah-kisah lain dari mitologi Hindu,” timpal Muhlis salah satu mahasiswa RPL Fisip Unija.

Muhlis menyebut, sebagai sebuah karya arsitektur yang monumental, Candi Prambanan layak dilestarikan karena mewakili karya yang adiluhung sebagai simbol dari sejarah peradaban manusia.

“Sebuah perjalanan yang menyenangkan. Benar-benar candi bersejarah yang menakjubkan.” Ungkapnya.

Penulis : Zuber

Editor : Ziyad

Berita Terkait

Terus Semangat, Pemdes Pakamban Laok Aktif Kebersihan Jumat Pagi
Silaturahim Perdana, PC IPPNU Sumenep Perkenalkan Tagline “Empowering Era: IPPNU BISA”
Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan
Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Penipuan Umrah dengan Kerugian Rp319 Juta
Hujan Masih Sering Guyur Madura di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya
Tabrak Lari di Jalur Pamekasan-Sumenep, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP
Sensasi Mancing di Hutan Mangrove Hadir di Kedatim Fishing Festival 2026
Nelayan Asal Sampang Ditemukan Setelah Hilang Selama Dua Hari

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:37 WIB

Terus Semangat, Pemdes Pakamban Laok Aktif Kebersihan Jumat Pagi

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:20 WIB

Silaturahim Perdana, PC IPPNU Sumenep Perkenalkan Tagline “Empowering Era: IPPNU BISA”

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:31 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:16 WIB

Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Penipuan Umrah dengan Kerugian Rp319 Juta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:59 WIB

Hujan Masih Sering Guyur Madura di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:22 WIB

Sensasi Mancing di Hutan Mangrove Hadir di Kedatim Fishing Festival 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:37 WIB

Nelayan Asal Sampang Ditemukan Setelah Hilang Selama Dua Hari

Senin, 18 Mei 2026 - 10:07 WIB

Gudang Kayu dan Toko Bangunan di Pasean Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 2 Miliar

Berita Terbaru