87.9 Mhz - Radio Pragaan Station

Satu Hati, Satu Frekuensi

Di Mini Lokakarya, Puskesmas Pragaan Beri Pengetahuan Tentang Penyakit Kusta dan Gangguan Jiwa

Selasa, 17 September 2024 - 21:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KIMORAGAAN.COM, PRAGAAN – Di acara Minilokakarya Tri Wulanan, Kepala Puskesmas Pragaan Baharuddin Mutheri siang tadi Selasa (17/09/2024) menjelaskan tentang Penyakit menular yaitu penyakit kusta. Menurutnya kusta adalah salah satu jenis penyakit kulit yang dapat menyerang jaringan kulit, saraf tepi, hingga saluran pernapasan.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa penyebab kusta adalah infeksi bakteri Mycobacterium leprae, dan berbeda dengan cacar air serta herpes yang disebabkan oleh virus.

Kusta disebutnya selalu ada meski sudah sejak dulu diberantas. Cara penularan penyakit ini dari penderita kusta yang belum berobat ke orang sehat melalui pernafasan atau kulit. Penyakit Kusta ini dapat ditularkan melalui droplets, yaitu percikan air liur yang berasal dari hidung ataupun mulut saat penderitanya sedang batuk atau bersin. Selain itu, penyakit Kusta juga dapat menyebar melalui kontak erat dan lama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gejala kusta antara lain ada bercak putih pada kulit, bercak merah yang tidak gatal.

“Bercak kulit dimaksud mati rasa, penebalan saraf tepi dan gangguan syaraf,” ujarnya.

Menurut Bahar, tidak perlu takut dengan penyakit kusta karena kusta bisa disembuhkan dengan pengobatan gratis yang teratur selama 6 bulan atau maksimal 12 – 14 bulan.

Kendalanya yang dijumpai di Puskesmas adalah banyak yang minum obat tapi tidak tuntas.

“Penanganan yang kita lakukan salah satunya akan ada pelacakan investigasi kontak di sekitar penderita,” jelasnya.

Selain bicara tentang kusta, Bahar juga menyinggung penyakit jiwa yang sering ditemukan antara lain gangguan cemas, gangguan depresi, gangguan jiwa berat (psikosis).

“Target yang ingin dicapai antara lain sehat jiwa tetap sehat, resiko gangguan jiwa jadi sehat jiwa, gangguan jiwa jadi mandiri,” ungkapnya.

Beliau mengungkap data bahwa gangguan jiwa di Pragaan ada sekitar 84 pasien. Hambatannya kurang dukungan dari keluarga dekat, selain itu juga ada stigma negatif masyarakat.

Bahar menyebut butuh edukasi dari keluarga dan masyarakat untuk melakukan pengobatan. Akan dilakukan skrining di internal, ke sekolah dan masyarakat

“Mengenalinya gampang, kalau ada temen atau warga ada yang nyeleneh dari yang lain maka itu berpotensi gangguan jiwa,” ujarnya. (Zbr)

Berita Terkait

Terus Semangat, Pemdes Pakamban Laok Aktif Kebersihan Jumat Pagi
Silaturahim Perdana, PC IPPNU Sumenep Perkenalkan Tagline “Empowering Era: IPPNU BISA”
Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan
Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Penipuan Umrah dengan Kerugian Rp319 Juta
Hujan Masih Sering Guyur Madura di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya
Tabrak Lari di Jalur Pamekasan-Sumenep, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP
Sensasi Mancing di Hutan Mangrove Hadir di Kedatim Fishing Festival 2026
Nelayan Asal Sampang Ditemukan Setelah Hilang Selama Dua Hari

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:37 WIB

Terus Semangat, Pemdes Pakamban Laok Aktif Kebersihan Jumat Pagi

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:20 WIB

Silaturahim Perdana, PC IPPNU Sumenep Perkenalkan Tagline “Empowering Era: IPPNU BISA”

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:31 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:16 WIB

Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Penipuan Umrah dengan Kerugian Rp319 Juta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:59 WIB

Hujan Masih Sering Guyur Madura di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:22 WIB

Sensasi Mancing di Hutan Mangrove Hadir di Kedatim Fishing Festival 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:37 WIB

Nelayan Asal Sampang Ditemukan Setelah Hilang Selama Dua Hari

Senin, 18 Mei 2026 - 10:07 WIB

Gudang Kayu dan Toko Bangunan di Pasean Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 2 Miliar

Berita Terbaru