87.9 Mhz - Radio Pragaan Station

Satu Hati, Satu Frekuensi

Dialog di Pragaan Station Neng Fifi Bahas Puasa dan Peran Perempuan

Senin, 10 Maret 2025 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KIMPRAGAAN.COM, PRAGAAN – Dialog ramadhan di radio Pragaan Station Kamis (06/03/2025) menghadirkan Ketua PAC Fatayat Nahdlatul Ulama Pragaan yaitu Nyai Fifi Sofiyati. Bertindak sebagai host Nyai Juwairiyah yang dikenal dengan Joe Mawar.

Neng Fifi sapaan akrab Ketua Fatayat ini menyampaikan bahwa seorang perempuan memang harus patuh kepada suami, namun bukan berarti suami semua mendominasi. Suami seharusnya memberikan ruang bagi istri dalam menjalankan peran kemasyarakatan seperti aktif di organisasi.

“Bahkan amal kebaikan itu bisa dilakukan laki-laki maupun perempuan. Orang yang paling mulya disisi Allah adalah yang paling bertaqwa, baik laki-laki maupun perempuan,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menjawab pertanyaan pendengar tentang jimak di siang hari bulan ramadhan, Neng Fifi mengatakan hukumnya haram. Kalau melakukan perlu mengqadha puasanya serta membayar kafarat. Kafaratnya memerdekakan budak, kalau tak mampu berpuasa dua bulan berturut-turut dan apabila tidak mampu, maka harus memberi makan 60 orang miskin.

Bukan memberi saran, tapi kalau terpaksa harus berhubungan badan di bulan ramadhan, sebaiknya batalkan dulu puasa dengan makan dan minum.

“Jadi batalnya karena makan minum bukan karena berhubungan badan,” ucapnya.

Makanya, tambahnya, orang yang menikah perlu ilmu kehidupan, apalagi di Pragaan banyak perempuan menikah di usia muda, perlu bimbingan pernikahan. Kehidupan zaman dulu dan sekarang, disebutnya berbeda dimana pengaruh gadget mendominasi. Maka perlu peran pemerintah dengan program cepak dan juga catin KUA.

Ramadhan itu hanya setahun sekali, beliau meminta agar perempuan menggunakan kesempatan ibadah puasa ini sebaik-baiknya. Perempuan muda kalau khawatir keselamatan anaknya maupun dirinya, memiliki konsekuensi hukum yang berbeda.

“Jadi jangan dibuat mudah, mumpung masuk bulan ramadhan.” Ucapnya. (Zbr)

Berita Terkait

Terus Semangat, Pemdes Pakamban Laok Aktif Kebersihan Jumat Pagi
Silaturahim Perdana, PC IPPNU Sumenep Perkenalkan Tagline “Empowering Era: IPPNU BISA”
Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan
Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Penipuan Umrah dengan Kerugian Rp319 Juta
Hujan Masih Sering Guyur Madura di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya
Tabrak Lari di Jalur Pamekasan-Sumenep, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP
Sensasi Mancing di Hutan Mangrove Hadir di Kedatim Fishing Festival 2026
Nelayan Asal Sampang Ditemukan Setelah Hilang Selama Dua Hari

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:37 WIB

Terus Semangat, Pemdes Pakamban Laok Aktif Kebersihan Jumat Pagi

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:20 WIB

Silaturahim Perdana, PC IPPNU Sumenep Perkenalkan Tagline “Empowering Era: IPPNU BISA”

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:31 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:16 WIB

Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Penipuan Umrah dengan Kerugian Rp319 Juta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:59 WIB

Hujan Masih Sering Guyur Madura di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:22 WIB

Sensasi Mancing di Hutan Mangrove Hadir di Kedatim Fishing Festival 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:37 WIB

Nelayan Asal Sampang Ditemukan Setelah Hilang Selama Dua Hari

Senin, 18 Mei 2026 - 10:07 WIB

Gudang Kayu dan Toko Bangunan di Pasean Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 2 Miliar

Berita Terbaru