87.9 Mhz - Radio Pragaan Station

Satu Hati, Satu Frekuensi

Gelar Study, Mahasiswa Fisip Unija Tengok Langsung Sistem Layanan Publik di Pemkot Yogya

Selasa, 21 Mei 2024 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KIMPRAGAAN.COM, Sumenep  – Gelar study ke Pemerintah Kota Yogyakarta, Mahasiswa Fisip Universitas Wiraraja Sumenep tengok langsung sistem layanan publik disana melibatkan sejumlah dosen dan mahasiswa yang jumlahnya lebih seratus orang.

Pemerintah Kota Yogyakarta saat ini tengah sukses menerapkan sistem digitalisasi untuk seluruh pelayanan publik yang ada di wilayahnya, dengan nama program Yogya Smart Service.

Sebagaimana kota lain, sebelum digitalisasi, Pemkot Yogya dulu masih mengunakan sistem layanan manual yang juga merepotkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dulu, warga datang ke sebuah tempat layanan publik seperti ke Puskesmas dalam keadaan pusing, pulangnya semakin pusing karena menunggu sedemikian lama antrian. Kini semua berubah, semua serba cepat tanpa antrian panjang,” ujar Ibu Suciyati Syah Sekretaris Kominfo Kota Yogya, Selasa (21/05/2024) saat memberikan penjelasan di depan mahasiswa Unija.

Konsep layanan Pemkot Yogya disebutnya single id, single window, single sign on untuk semua layanan. Masyarakat, katanya, kalau mau akses layanan cukup masukkan nomor id-nya, maka ia mendapat layanan sesuai haknya.

“Termasuk mahasiswa datang kesini reservasinya sudah online,” jelasnya lagi.

Konsep layanan publik yang dilakukan, katanya, sudah terintegrasi, satu data digunakan untuk semua layanan.

“Begitu mau mendaftar sebagai warga masyarakat, dia akan memiliki id nomor induk kependudukan yang bisa digunakan untuk kecepatan layanan publik,” tambahnya.

Dengan demikian, jelasnya, sistem layanan publik di Pemkot Yogya ini jelas siapa yang melakukan pelayanan dan apa layanannya, bagaimana penanganannya, apa kendalanya. Setiap kendala dalam layanan akan menunjukkan warna merah hijau dan seterusnya.

Banyak yang dijelaskan Ibu Suci mengenai prosedur pelayanan, macam layanan yang diberikan, bahkan biaya yang digunakan guna menopang kegiatan layanan publik tersebut.

Selanjutnya mahasiswa diminta bertanya dan berdiskusi apa saja yang dirasa belum difahami maupun digali lebih dalam.

Penulis : Zuber

Editor : Ziyad

Berita Terkait

Terus Semangat, Pemdes Pakamban Laok Aktif Kebersihan Jumat Pagi
Silaturahim Perdana, PC IPPNU Sumenep Perkenalkan Tagline “Empowering Era: IPPNU BISA”
Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan
Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Penipuan Umrah dengan Kerugian Rp319 Juta
Hujan Masih Sering Guyur Madura di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya
Tabrak Lari di Jalur Pamekasan-Sumenep, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP
Sensasi Mancing di Hutan Mangrove Hadir di Kedatim Fishing Festival 2026
Nelayan Asal Sampang Ditemukan Setelah Hilang Selama Dua Hari

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:37 WIB

Terus Semangat, Pemdes Pakamban Laok Aktif Kebersihan Jumat Pagi

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:20 WIB

Silaturahim Perdana, PC IPPNU Sumenep Perkenalkan Tagline “Empowering Era: IPPNU BISA”

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:31 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:16 WIB

Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Penipuan Umrah dengan Kerugian Rp319 Juta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:59 WIB

Hujan Masih Sering Guyur Madura di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:22 WIB

Sensasi Mancing di Hutan Mangrove Hadir di Kedatim Fishing Festival 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:37 WIB

Nelayan Asal Sampang Ditemukan Setelah Hilang Selama Dua Hari

Senin, 18 Mei 2026 - 10:07 WIB

Gudang Kayu dan Toko Bangunan di Pasean Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 2 Miliar

Berita Terbaru