87.9 Mhz - Radio Pragaan Station

Satu Hati, Satu Frekuensi

Ketua Bawaslu Kabupaten Sebut Tugas Panwaslu Desa Berat

Senin, 3 Juni 2024 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KIMPRAGAAN.COM, PRAGAAN – Ketua Bawaslu Kabupaten Ahmad Zubaidi, SH. saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Panwaslu Desa Ahad (02/06/2024) di pendopo kecamatan Pragaan mengatakan bahwa tugas Panwaslu sejatinya lebih berat dari tugas sebagai penyelenggara teknis.

“Mungkin secara teknis pekerjaan KPU terasa lebih berat, tapi secara tanggung jawab lebih berat sebagai pengawas,” ujarnya.

Disebutnya bahwa aturan teknis KPU jelas sesuai dengan tahapan, beda dengan pengawas sifatnya antisipasi untuk tidak terjadi pelanggaran. Orang yang mengantisipasi harus waspada.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita tak tahu kapan dan dimana akan terjadi pelanggaran,” ucapnya.

Mantan anggota KPU Sumenep ini menyebut bahwa di kecamatan Pragaan ada 14 desa, yang memiliki aneka ragam kearifan lokal di masing-masing desa.

“Sebagai Panwas hendaknya selalu melakukan antisipasi dengan bentuk tracking kerawanan agar tak terjadi pelanggaran yang bisa berujung ketidakstabilan Pemilu 2024,” pintanya.

Zubaidi menyebut bahwa Pilkada serentak tahun ini benar-benar serentak seluruh Indonesia.

“Dulu serentak bertahap. Sekarang ini semua bersamaan,” ucapnya.

Zubaidi menjelaskan bahwa tugas pengawas terutama mempelajari tugas-tugas pokok sebagai pengawas desa. Disebutnya ada beberapa perubahan, laporan dari masyarakat diterima Panwas bukan pada jam kerja saja, tapi kapan saja warga lapor harus dilayani.

“Panwaslu desa juga dapatnya melakukan komunikasi dan silaturrahim dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan lain-lain,” pintanya.

Yang terakhir, katanya, agar Panwaslu selalu jaga integritas.

“Tidak susah jadi pengawas, karena sudah ada aturannya. Yang susah itu mengemban tugas sesuai sumpah janji, melakukan pengawasan secara detail.” Jelasnya.

Penulis : Zuber

Editor : Ziyad

Berita Terkait

Terus Semangat, Pemdes Pakamban Laok Aktif Kebersihan Jumat Pagi
Silaturahim Perdana, PC IPPNU Sumenep Perkenalkan Tagline “Empowering Era: IPPNU BISA”
Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan
Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Penipuan Umrah dengan Kerugian Rp319 Juta
Hujan Masih Sering Guyur Madura di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya
Tabrak Lari di Jalur Pamekasan-Sumenep, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP
Sensasi Mancing di Hutan Mangrove Hadir di Kedatim Fishing Festival 2026
Nelayan Asal Sampang Ditemukan Setelah Hilang Selama Dua Hari

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:37 WIB

Terus Semangat, Pemdes Pakamban Laok Aktif Kebersihan Jumat Pagi

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:20 WIB

Silaturahim Perdana, PC IPPNU Sumenep Perkenalkan Tagline “Empowering Era: IPPNU BISA”

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:31 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:16 WIB

Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Penipuan Umrah dengan Kerugian Rp319 Juta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:59 WIB

Hujan Masih Sering Guyur Madura di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:22 WIB

Sensasi Mancing di Hutan Mangrove Hadir di Kedatim Fishing Festival 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:37 WIB

Nelayan Asal Sampang Ditemukan Setelah Hilang Selama Dua Hari

Senin, 18 Mei 2026 - 10:07 WIB

Gudang Kayu dan Toko Bangunan di Pasean Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 2 Miliar

Berita Terbaru