87.9 Mhz - Radio Pragaan Station

Satu Hati, Satu Frekuensi

Perangi Corona, Karang Taruna Perkasa Aeng Panas Produksi Masker Sendiri

Selasa, 14 April 2020 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi, Kartar Perkasa Aeng Panas persiapkan kain untuk dijadikan masker

Aeng Panas – Sejak Pemerintah Indonesia menjalankan program “masker untuk semua” per 5 April 2020 sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), maka semua komponen masyarakat bergerak untuk membuat dan menggunakn masker saat beraktifitas diluar.

Tak terkecuali juga dengan Pemuda Karang Taruna Perkasa Aeng Panas Sebagai organisasi pemuda yang mengemban misi agen perubahan desa, Karang Taruna pimpinan Andi Subahri ini produksi masker sendiri untuk dibagikan pada warga.

Menurut Andi Subahri pemuda millenial memiliki pengaruh besar bagi desa untuk menjadi bagian negara memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena pemuda banyak beraktifitas diluar maka generasi milenial terbilang berpotensi menjadi penular terbesar penyebaran Corona COVID-19.

“Kita ikuti anjuran negara untuk jaga jarak pakai masker. Kita tundukkan ego apapun, karena kita hakikatnya bukan berperang dengan siapa-pun, tapi sedang berperang dengan diri sendiri “, ujarnya filosofis.

Beliau menjelaskan bahwa anjuran pakai masker itu anjuran negara dan organisasi kesehatan dunia WHO.

“Di awal-awal WHO menganjurkan yang pakai masker hanya orang yang sakit. Belakangan semua warga yang keluar rumah beraktifitas harus pakai masker, untuk antisipasi penularan dari yang sakit”, tambahnya lagi.

Beliau sampaikan bahwa biaya pembuatan masker didapat dari pengurus karang taruna dan pihak yang peduli.

“Kita pengurus Karang Taruna urunan. Jangan selalu tanya peran negara, tanyakan apa peran kemanusiaan kita”, tuturnya mantap.

Beliau juga anjurkan agar penggunaan masker kain yang disampaikan negara agar tidak lebih dari 4 jam, setelah itu di cuci dengan sabun. (Zbr/Badrul/KIM-KMAP).

Berita Terkait

Terus Semangat, Pemdes Pakamban Laok Aktif Kebersihan Jumat Pagi
Silaturahim Perdana, PC IPPNU Sumenep Perkenalkan Tagline “Empowering Era: IPPNU BISA”
Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan
Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Penipuan Umrah dengan Kerugian Rp319 Juta
Hujan Masih Sering Guyur Madura di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya
Tabrak Lari di Jalur Pamekasan-Sumenep, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP
Sensasi Mancing di Hutan Mangrove Hadir di Kedatim Fishing Festival 2026
Nelayan Asal Sampang Ditemukan Setelah Hilang Selama Dua Hari

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:37 WIB

Terus Semangat, Pemdes Pakamban Laok Aktif Kebersihan Jumat Pagi

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:20 WIB

Silaturahim Perdana, PC IPPNU Sumenep Perkenalkan Tagline “Empowering Era: IPPNU BISA”

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:31 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:16 WIB

Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Penipuan Umrah dengan Kerugian Rp319 Juta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:59 WIB

Hujan Masih Sering Guyur Madura di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:22 WIB

Sensasi Mancing di Hutan Mangrove Hadir di Kedatim Fishing Festival 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:37 WIB

Nelayan Asal Sampang Ditemukan Setelah Hilang Selama Dua Hari

Senin, 18 Mei 2026 - 10:07 WIB

Gudang Kayu dan Toko Bangunan di Pasean Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 2 Miliar

Berita Terbaru