87.9 Mhz - Radio Pragaan Station

Satu Hati, Satu Frekuensi

Tempati BKB sebagai Posko Covid-19, Desa Aeng Panas Sterilisasi Keluar Masuk Warga

Rabu, 8 April 2020 - 05:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi , Posko Covid-19 Desa Aeng Panas

Aeng Panas – Mengantisipasi semakin meluasnya wabah Covid-19 yang kini memasuki wilayah Pamekasan Madura, Pemerintah Desa Aeng Panas Kecamatan Pragaan menjadikan Gedung BKB (Bina Keluarga Balita) sebagai Posko Penanganan Covid-19. Posko tersebut dimaksudkan untuk memantau perkembangan aktifitas keluar masuk warga luar atau dalam desa.

“Setiap warga keluar masuk harus dicek dan disterilkan. Karena penularan Covid melalui kontaks langsung dengan orang dari zona merah. Kalau tak ada orang baru insya Allah desa kita aman”, ujar Kepala Desa Aeng Panas Muhammad Romli, SE. saat memasang banner nama Posko di BKB.

Posko ini menurut beliau juga untuk menjadi central edukasi tentang corona dan pencegahannya, terutama dengan usaha desa untuk peningkatan gaya hidup sehat bagi warga. Selain itu didalam Posko juga disediakan alat pelindung diri, alat penyemprotan, dan sejumlah perlengkapan lainnya untuk penanggulangan Covid-19.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dokumentasi, pemasangan Banner oleh tim satgas covid-19 Desa Aeng Panas

Untuk peningkatan kesadaran warga, beliau kutip pernyataan seorang ahli kedokteran dunia Ibnu Sina bahwa sakit tidak melulu disebakan oleh lemahnya fisik tetapi bisa juga disebabkan oleh kondisi kejiwaan yang lemah.

“Kata Ibnu Shina, kepanikan adalah separuh penyakit, Ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah awal dari kesembuhan”, ujarnya mantap.

Menurutnya bahwa warga yang sabar akan mengerti berbuat apa saja yang dibutuhkan untuk mengantisipsi serangan virus. Ia tak mudah panik dengan keadaan dan dengan rasional mau mematuhi aturan-aturan kesehatan yang diberikan oleh otoritas kesehatan, Termasuk sabar terhadap berbagai pembatasan berskala besar yang diputuskan oleh pemerintah.

“Warga harus sabar untuk tidak berkerumun, tidak mengadakan resepsi, dan beribadah jelang ramadlan mengikuti petunjuk Kemenag”, pungkasnya penuh kearipan. (Zbr/Badrul/KIM-KMAP).

Berita Terkait

Terus Semangat, Pemdes Pakamban Laok Aktif Kebersihan Jumat Pagi
Silaturahim Perdana, PC IPPNU Sumenep Perkenalkan Tagline “Empowering Era: IPPNU BISA”
Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan
Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Penipuan Umrah dengan Kerugian Rp319 Juta
Hujan Masih Sering Guyur Madura di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya
Tabrak Lari di Jalur Pamekasan-Sumenep, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP
Sensasi Mancing di Hutan Mangrove Hadir di Kedatim Fishing Festival 2026
Nelayan Asal Sampang Ditemukan Setelah Hilang Selama Dua Hari

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:37 WIB

Terus Semangat, Pemdes Pakamban Laok Aktif Kebersihan Jumat Pagi

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:20 WIB

Silaturahim Perdana, PC IPPNU Sumenep Perkenalkan Tagline “Empowering Era: IPPNU BISA”

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:31 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:16 WIB

Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Penipuan Umrah dengan Kerugian Rp319 Juta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:59 WIB

Hujan Masih Sering Guyur Madura di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:22 WIB

Sensasi Mancing di Hutan Mangrove Hadir di Kedatim Fishing Festival 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:37 WIB

Nelayan Asal Sampang Ditemukan Setelah Hilang Selama Dua Hari

Senin, 18 Mei 2026 - 10:07 WIB

Gudang Kayu dan Toko Bangunan di Pasean Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 2 Miliar

Berita Terbaru