87.9 Mhz - Radio Pragaan Station

Satu Hati, Satu Frekuensi

Ratibul Haddad, Amalan Rutin Perkumpulan IAA Pragaan

Senin, 4 Maret 2024 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KIMPRAGAAN.COM, SENTOL DAYA – Perkumpulan Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) bulanan biasa mendawamkan membaca dzikir Ratibul Haddad. Ratib ini disusun oleh salah seorang ulama terkemuka dari Hadramaut, yakni Abdullah bin ‘Alawi bin Muhammad al-Haddad. Beliau merupakan salah seorang seorang mujaddid (pembaharu) di masanya.

Begitupun juga kemarin, Ahad sore (03/03/2024) puluhan pengurus dan warga IAA membaca Ratibul Haddad di Pondok Pesantren Misbahul Munir lokasi perkumpulan IAA yang digilir setiap bulan.

Wakil Ketua IAA (Ikatan Alumni Annuqayah) Pragaan KH. Asy’ari Khatib mengatakan bahwa pembacaan Ratibul Haddad didawamkan karena sudah mendapat ijazah dari pengasuh Annuqayah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebelumnya, kita tak berani mengamalkan Ratibul Haddad secara terbuka kalau belum di ijasah langsung oleh pengasuh, karena takut tak nyambung dengan para masyayikh,” ucapnya menjelaskan pentingnya ketersambungan rohani santri dengan gurunya di Annuqayah.

Ketersambungan rohani dengan guru, katanya, bahkan bisa menembus pakem nahwu dalam gramatika bahasa arab.

“Seperti bacaan Ratibull Haddad “batinan wadhahir” bukan dibaca “wadhahira” secara qaidah nahwu mungkin dirasa kurang benar, tapi tetap diikuti bulat-bulat bacaan itu, karena itu yang diijazahkan oleh guru kita,” sambungnya lagi.

Tak hanya Ratibul Haddad, katanya, termasuk yang penting dijaga oleh kita para santri, adalah bacaan “a’malul yaumiyah” yang sudah direstui bacaannya oleh para masyayikh Annuqayah termasuk oleh allahummaghfirlahu guru kita KH. A. Warits Ilyas.

“Ini salah satu cara kita agar tidak putus dan terus nyambung rohani dengan para masyayikh Annuqayah,” tambahnya.

Guru favorit bahasa Indonesia Annuqayah dari zaman ke zaman ini juga menyinggung shalat nisfu sya’ban yang tidak pernah dilihat dikerjakan oleh gurunya KH. Ahmad Basyir Abdullah Sajjad.

“Karena saya tak pernah melihat pengasuh Kiyai Basyir melakukan shalat nisfu Syakban, maka kita para santri tak melakukannya,” ucapnya.

Mungkin Kiyai Basyir, lanjutnya, melakukan shalat di dalem, hanya kita tidak tahu. Tapi karena yang kita lihat tidak mentradisikan itu, sekalipun di pesantren lain melakukannya, kita tidak lakukan itu karena semata ingin menyambung rohani dengan beliau.

Ciri santri, tambahnya, tak ada dalam hadis pun, kalau dikerjakan guru maka tetap kita dilakukan, untuk mendapatkan sambungan dari para masyayikh gurunya.***

Penulis : Zuber

Editor : Bdr

Berita Terkait

Silaturahim Perdana, PC IPPNU Sumenep Perkenalkan Tagline “Empowering Era: IPPNU BISA”
Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan
Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Penipuan Umrah dengan Kerugian Rp319 Juta
Hujan Masih Sering Guyur Madura di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya
Tabrak Lari di Jalur Pamekasan-Sumenep, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP
Sensasi Mancing di Hutan Mangrove Hadir di Kedatim Fishing Festival 2026
Nelayan Asal Sampang Ditemukan Setelah Hilang Selama Dua Hari
Gudang Kayu dan Toko Bangunan di Pasean Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 2 Miliar

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:20 WIB

Silaturahim Perdana, PC IPPNU Sumenep Perkenalkan Tagline “Empowering Era: IPPNU BISA”

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:31 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:16 WIB

Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Penipuan Umrah dengan Kerugian Rp319 Juta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:59 WIB

Hujan Masih Sering Guyur Madura di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:16 WIB

Tabrak Lari di Jalur Pamekasan-Sumenep, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:37 WIB

Nelayan Asal Sampang Ditemukan Setelah Hilang Selama Dua Hari

Senin, 18 Mei 2026 - 10:07 WIB

Gudang Kayu dan Toko Bangunan di Pasean Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 2 Miliar

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:17 WIB

Cegah Sengketa Aset, PCNU Sumenep Bentuk Satgas Wakaf di Tiap MWC

Berita Terbaru